Bagaimana Jika manusia dari zaman batu masih hidup sampai sekarang? Terdengar gila dan mustahil. Tapi di film fiksi semua itu bukanlah mustahil. Professor John Oldman mengadakan pesta kecil-kecilan untuk perpisahan dirinya. Ia mengundang beberapa koleganya sesama dosen. Beberapa temannya heran dengan kepergian John yang mendadak tanpa alasan yang jelas. Melalui beberapa lama perbincangan, John mengungkapkan kalau dirinya telah hidup lebih dari 17.000 tahun dan sejak usianya 35 tahun ia tidak pernah menua. Reaksi apalagi dari teman-temannya selain menganggapnya memiliki kelainan mental atau mengira John sedang berusaha mempermainkan mereka. Ya memang inilah inti dari film inilah. Apakah omongan dari John ini nyata atau bualan belaka?
Tentu sulit membuktikan apa yang dikatakan John kepada orang-orang yang ahli di bidang ilmunya masing-masing. Lagipula John memang tidak berusaha membuktikan kebenaran akan ceritanya. John tetap menceritakan pengalaman hidupnya kepada teman-temannya. Beberapa temannya menganggapnya sebagai sebuah cerita fiksi yang luar biasa, sebagian lagi berusaha memahami apa yang menimpa John hingga ia berlaku seperti ini. Melalui garis hidup John, logika dan pengetahuan kita ditantang untuk menerima kebenaran pengalaman hidupnya. Sampai pada hal yang sensitif dan provokatif yang selalu kita tanyakan dan cari di masa lalu, kebenaran akan agama. Apa yang John lakukan di masa awal kebangkitan agama, dan apa yang ia lakukan di masa itu. Saya tidak bermaksud untuk spoiler. Tapi ya John ada di masa itu dan menjadi bagian dalam sejarah dalam agama tertentu. Lebih mencengangkan, ia adalah tokoh penting di balik sejarah itu. Sampai di sini saya ingatkan kalau film ini bisa bersifat ofensive bagi pemeluk agama tertentu.
Meski ini film fiksi, anda tak akan menemukan visual efek atau ilustrasi visual dari masa lalu John. Yang ada di film ini hanya dialog, plot, karakter, dan konflik karakter yang sangat menarik untuk diikuti. Semuanya berada dalam satu tempat dari awal sampai akhir. Atmosfir sama pernah saya rasakan ketika menonton film hitam putih “12 Angrymen” hanya saja film ini lebih provokatif dan menantang.
Jadi jika anda suka berpikir bebas dan terbuka mungkin film ini bisa masuk daftar tontonan. Rekomendasi bagi yang suka dengan teori personipikasi, teori sejarah agama modern atau hal-hal seperti itu. Sebenarnya saya tidak begitu peduli dengan konten film ini, Film tetaplah sebuah pertunjukan dari plot yang berjalan. Terlepas dari kebenaran dari kontennya, film adalah sebuah ide bukan replika atau duplikat masa lalu dan masa depan. Tapi jika Anda memiliki pendapat lain itu terserah Anda
9/10














