Man from Earth (2007)

Man From Earth

Bagaimana Jika manusia dari zaman batu masih hidup sampai sekarang? Terdengar gila dan mustahil. Tapi di film fiksi semua itu bukanlah mustahil. Professor John Oldman mengadakan pesta kecil-kecilan untuk perpisahan dirinya. Ia mengundang beberapa koleganya sesama dosen. Beberapa temannya heran dengan kepergian John yang mendadak tanpa alasan yang jelas. Melalui beberapa lama perbincangan,  John mengungkapkan kalau dirinya telah hidup lebih dari 17.000 tahun dan sejak usianya 35 tahun ia tidak pernah menua. Reaksi apalagi dari teman-temannya selain menganggapnya memiliki kelainan mental atau mengira John sedang berusaha mempermainkan mereka. Ya memang inilah inti dari film inilah. Apakah omongan dari John ini nyata atau bualan belaka?

Tentu sulit membuktikan apa yang dikatakan John kepada orang-orang yang ahli di bidang ilmunya masing-masing. Lagipula John memang tidak berusaha membuktikan kebenaran akan ceritanya. John tetap menceritakan pengalaman hidupnya kepada teman-temannya. Beberapa temannya menganggapnya sebagai sebuah cerita fiksi yang luar biasa, sebagian lagi berusaha memahami apa yang menimpa John hingga ia berlaku seperti ini. Melalui garis hidup John, logika dan pengetahuan kita ditantang untuk menerima kebenaran pengalaman hidupnya. Sampai pada hal yang sensitif dan provokatif yang selalu kita tanyakan dan cari di masa lalu, kebenaran akan agama. Apa yang John lakukan di masa awal kebangkitan agama, dan apa yang ia lakukan di masa itu. Saya tidak bermaksud untuk spoiler. Tapi ya John ada di masa itu dan menjadi bagian dalam sejarah dalam agama tertentu. Lebih mencengangkan, ia adalah tokoh penting di balik sejarah itu. Sampai di sini saya ingatkan kalau film ini bisa bersifat ofensive bagi pemeluk agama tertentu.

Meski ini film fiksi, anda tak akan menemukan visual efek atau ilustrasi visual dari masa lalu John. Yang ada di film ini hanya dialog, plot, karakter, dan konflik karakter yang sangat menarik untuk diikuti. Semuanya berada dalam satu tempat dari awal sampai akhir. Atmosfir sama pernah saya rasakan ketika menonton film hitam putih “12 Angrymen” hanya saja film ini lebih provokatif dan menantang.

Jadi jika anda suka berpikir bebas dan terbuka mungkin film ini bisa masuk daftar tontonan. Rekomendasi bagi yang suka dengan teori personipikasi, teori sejarah agama modern atau hal-hal seperti itu. Sebenarnya saya tidak begitu peduli dengan konten film ini, Film tetaplah sebuah pertunjukan dari plot yang berjalan. Terlepas dari  kebenaran dari kontennya, film adalah sebuah ide bukan replika atau duplikat masa lalu dan masa depan. Tapi jika Anda memiliki pendapat lain itu terserah Anda :)

9/10

Tokyo Monogotari (1953)

Berhubung komputer sedang galau sehingga  codingan semalaman jadi kacau, Pikiran saya jadi ruwet dan hati saya pun ikut mumet. Saya paksakan juga gak bakalan beres jika berhubungan dengan komputer kurang bersahabat  seperti ini. Untung saja setiap hari saya selalu memback upnya. Jadi  tak harus mengulang kembali dari awal. Lebih baik sejenak saya istirahatkan pikiran saya yang ruwet ini untuk menulis sebuah film yang sudah tonton beberapa hari lalu. Sebuah film hitam putih yang saya unduh dari Youtube.   Beberapa komunitas memang sengaja mengupload film-film lama sebagai arsip agar tidak hilang ditelan zaman. Entah film tersebut masih memiliki lisensi atau tidak. Mungkin kapan-kapan saya tulis blog tentang chanel youtube menyediakan film-film langka. Sebenarnya saya bukan penggemar film hitam putih tapi jika kebetulan saya baca review dari sebuah blog ataupun forum ceritanya menarik, langsung saya keliling-keliing google atau youtube untuk mencari film tersebut.

“Tokyo Monogotari”  sebuah film jadul tahun 1953 mengisahkan perjalanan sepasang suami-istri berumur lansia mengunjungi anak-anak mereka yang sudah berkeluarga dan hidup cukup mapan di Tokyo. Karena kesibukan masing-masing kedatangan mereka kurang begitu mendapat perhatian justru sang menantu yang melayani mereka dengan baik.

Sekilas jika membaca sinopsis singkat di atas kesannya anak-anaknya kurang menghargai dan tidak peduli kedatangan orang tuanya. Jawabannya bisa ya dan juga tidak. Tergantung sudut pandang karakter mana yang anda pilih sebagai acuan dan mungkin paling dekat dengan sisi karakter anda secara personal.  Tindakan yang dilakukan anak-anak mereka terhadap orang tuanya bisa saja salah atau bisa juga wajar. Karena di film ini tidak menggambarkan orang-orang  pelit atau  judes yang tidak mengharapkan kedua orang tuanya. Sebaliknya mereka orang yang ramah dan bersikap wajar hanya saja ‘feel’nya yang memberi kesan seperti itu setidaknya itu yang saya rasakan.

Film ini menuturkan ceritanya secara wajar tidak berlebihan dan mendramatisir  secara berlebihan. Bisa saya bilang film ini sangat dekat sekali dengan realita dan masih relevan dengan kultur sosial pada masa sekarang.  Jika saya tempatkan sisi personal diri saya di film ini  saya mendapatkan perasaan terabaikan yang dirasakan oleh kedua orang tua tersebut. Entah itu karena faktor usia yang membuat orang lebih cepat sensitif atau memang salah pengertian antara kedua orang tua dan anak-anak mereka. Yang jelas orang tua memang pandai menyembunyikan perasaan mereka di depan anak-anaknya. Selalu terlihat bahagia tapi mungkin sebenarnya mereka kurang bahagia, kecewa atau merasa terabaikan.
Mungkin sampai di situ saja batas kemampuan saya menilai film ini. Gak pandai review sih. Lebih baik saya lanjutkan ke hal-hal menarik yang saya temukan sepanjang film ini .

Tokyo Monogotari Feat rinso

Tokyo Monogotari Feat Bridgestone

Bukan promo ya,  Kedua merk di atas  bukan  sponsor blog ini.  Boro-boro sponsor, Google adsense aja gak dipasang :P . yang membuat saya terkejut adalah gambar ini :

Cream bath

Saya kira alat cream bath adalah invensi salon tahun 80 an ternyata tahun 50 an atau sebelumnya sudah ada.  Dulu pernah ekeu nyobain cream bath supaya rambut bisa kaya ‘Hyde Takarai’  tapi bukan cuman rambut yg diremes-remes muka juga jadi trauma deh ekeu kalo potong rambut  ke salon.

Kembali ke film tadi. Film ini membuat saya berpikir jauh tentang kehidupan saya dan juga hubungan saya dengan kedua orang tua saya. Saya menyarankan kepada Anda yang belum atau sudah berkeluarga agar menonton film ini sebagai bahan renungan. Suatu hari jika kita diberi umur panjang kita akan menjadi tua dan sensitif. Akhir kata, ‘Tokyo Monogotari” adalah sebuah refleksi hitam potret keluarga yang biasa terjadi di sekitar kehidupan kita atau kita  pernah dan akan mengalaminya. :(

8.5/10

Einstein and Eddington (2008)

Hampir 3 bulan tidak ngurus blog lihat stats  seperti terjun payung. Sapa juga yang nungguin nih blog kalau bukan orang nyasar dari jalur Google :) .  Lama gak nulis jadi grogi , mikir satu jam lebih apa yang mau ditulis. Okelah langsung aja ke inti ceritanya lagipula saya juga gak pinter-pinter amat nulis blog.

Tahukan tokoh ilmuwan eksentrik ini ?

Tapi tidak semua orang mengenal tokoh ilmuwan ini :

Beliau adalah Arthur S. Eddington lebih dikenal dengan panggilan Eddington, seorang astronom Inggris yang memiliki peranan besar pada perjalanan awal karir Albert Einstein. Setidaknya itu yang coba disampaikan film ini.

Sebelumnya tidak banyak orang yang mengenal sosok Einstein. Sampai seorang ilmuwan muda, Eddington tertarik dengan teori   yang ditulis oleh Einstein. Setelah beberapa kali Eddington melakukan percobaan berdasarkan teori Einstein, Eddington berkesimpulan jika teori Einstein dapat membawa terobosan baru di dunia fisika.

Eddington menemui para ilmuwan menyatakan pendapatnya akan teori Einstein. Sayang argumen Eddington masih belum kuat untuk membuktikan teori einstein ini karena memang Einstein sendiri masih mengembangkan teorinya. Jadi Belum sepenuhnya sempurna.

Kemudian pecah Perang Dunia II. Hal ini berpengaruh pada hubungan ilmuwan Jerman dan Inggris. Kerjasama antara ilmuwan Inggris dan Jerman terputus. Konflik perang   menimbulkan  sinisme antar ilmuwan Inggris dan jerman. Karena keadaan  perang Eddington belum sempat menemui Einstein yang merupakan salah satu ilmuwan Jerman.

Meski argumen Eddington akan teori Einstein dikecam oleh banyak ilmuwan Inggris, Eddington tetap berusaha membuktikan teori tersebut. Melalui surat menyurat, Eddington berhubungan dengan Einstein membahas teori Einstein yang kelak akan menyempurnakan teori relativitas yang terkenal itu.

Tapi bagaimanakah caranya Eddington meyakinkan ilmuwan lain tentang kebenaran teori yang dikemukakan Einstein ditengah konflik perang dan sinisme?

Sebuah teori tak akan dianggap benar tanpa pembuktian yang kuat dan akurat. Inilah yang coba disampaikan film ini. Teori fisika dalam film ini hanya background cerita saja. Fokus utama cerita sebenarnya mengangkat kehidupan pribadi Eddington dan Einstein. Dua kehidupan pribadi yang sangat berbeda yang mampu melangkapi satu sama lain. Teori-teori fisika dijelaskan secara sederhana tanpa lebih jauh menjelaskan secara mendetail pada rumus-rumus. Coba bayangkan kalau sepanjang film dialog diisi dengan rumus atau istilah fisika bisa stres saya nontonnya. Melalui film ini setidaknya saya dapat melihat sisi kehidupan lain dari Einstein dan Eddington. Bagi yang suka dengan hal-hal yang berbau science film ini layak jadi pilihan nonton.

7.5/10


Hihihi ada video lucu tentang Einstein :

The Stoning of Soraya M. (2008)

Diadaptasi dari  buku yang ditulis oleh seorang jurnalis berdarah Prancis-Iran, Freidoune Sahebjam berjudul “La Femme Lapidée“. Didasarkan pada kisah nyata atas sebuah tragedi yang terjadi di sebuah desa di Iran. Seorang suami yang ingin bercerai dari istrinya karena tak ingin memberikan  tunjangan  perceraian ia tega membuat plot kejam dengan menuduh istrinya, Soraya  berzina. Hingga hukum rajam pun dilakukan.Semua penduduk termasuk ayah, anak dan tentunya suaminya yang psikopat ikut serta mengeksekusi Soraya. Akhirnya cerita ini pun sampai kepada Freidoune Sahebjam yang kebetulan melewati desa tersebut dalam perjalanannya.

Bagi yang belum tahu , hukum rajam adalah hukuman mati bagi pezina dengan cara mengubur setengah badan kemudian melemparinya dengan batu sampai mati. Tadinya setelah menonton film ini mau cepat-cepat tidur tapi setelah nonton adegan rajam tadi jadi gak bisa tidur. Kebayang terus adegan sakaratul mautnya Soraya. Setelah nonton film gore semacam Salo, SAW, Augus Rush, sampai dokumentasi nyata baru kali ini berasa ngilu lihat lemparan batu yang ditujukan pada Soraya. Mungkin nontonnya sambil pake perasaan beberapa kali sampai memalingkan muka dari layar komputer pas  adegan itu gak tega saya lihatnya :( .

Tunggu dulu sekejam itukah hukum dalam islam? Banyak  komen yang masuk saat saya nonton film ini via Youtube langsung menyudutkan Islam dan beberapa komen lainnya menyatakan simpatik terhadap Soraya. Setelah saya googling kesana kemari ternyata hukum rajam ini masih jadi perdebatan di antara kaum ulama dan ahli kitab karena dalam Al-Qur’an tidak terdapat  ayat yang secara jelas memberlakukan hukum rajam ini. Memang di luar kemampuan saya untuk menjelaskan hal ini. Saya sadar bahwa ppengetahuan saya dalam agama masih kurang. Tapi tak ada salahnya saya mengutip beberapa hal  menarik yang saya dapat dari hasil googling .

“Dikisahkan bahwa hukum rajam pernah diterapkan pada zaman Nabi. Yaitu, ketika Ma`iz ibn Malik al-Aslami dan Ghamidiyah yang mengaku (i`tiraf) kepada Nabi bahwa dirinya telah berzina dengan seorang perempuan. Dengan itu, mereka meminta untuk dirajam. Nabi berkali-kali menolak dan tak segera memenuhi permintaan yang bersangkutan. Namun, mereka tetap ngotot bahwa dirinya telah melakukan zina muhshan. Akhirnya Nabi “terpaksa” menyanksinya dengan dirajam. Mungkin Nabi berharap agar yang bersangkutan tak mengaku berzina secara terus terang. Toh, dalam kesendiriannya ia bisa bertaubat kepada Allah SWT atas dosa-dosanya.  ” diambil dari situs ini .

Lebih jauh tentang rajam bisa mengikuti tautan ini  jika kuat baca soalnya panjang tulisannya :

http://muslimsaja.wordpress.com/2011/08/09/hukuman-untuk-zina-menurut-islam/

http://islamlib.com/id/artikel/tafsir-atas-rajam-dalam-islam/

Googling sendiri jika belum puas. Hati-hati jangan sampai salah tafsir banyak tanya kepada yang lebih mengerti agar tidak tersesat nantinya.

Tanggung gak bisa tidur lanjut aja ah begadang nungguin final Euro  semoga Italy menang :) .

8/10

 

Sunny (2011)

Image

“Hidup terlalu singkat tanpa impian” – Choon Hwa

Setelah 25 Tahun Na-mi secara tak sengaja  bertemu dengan sahabatnya Choon Hwa di rumah sakit dalam keadaan sakit parah. Choon Hwa menderita kangker menurut dokter hidupnya hanya bertahan dalam beberapa bulan saja. Sadar umurnya tak lama lagi Choon Hwa meminta Na-Mi untuk mengumpulkan sahabat-sahabatnya sebelum ia benar-benar ‘pergi’. Na-Mi berusaha untuk mengabulkan permintaan terakhir sahabatnya itu.

Menemukan sahabat-sahabatnya, Na-Mi seperti merengkuh kenangan masa lalu. Ia kembali ke masa ia masih remaja dulu saat ia pindah sekolah ke sekolah SMA Wanita ‘Seoul’. Saat itulah ia bergabung dengan geng wanita yang beranggotakan Choon Hwa, Geum-Ok, Book-He, Jin-Hee,Jang-Mi,Soo-Ji, dan Na-Mi sendiri. Mereka menjuluki  diri mereka dengan sebutan ‘Sunny’. Bila salah satu di antara mereka ada yang  tersakiti maka mereka akan  balas bersama. Kini waktu dan keadaan jauh memisahkan mereka. Beberapa sahabatnya telah berubah berbeda dengan diri mereka di masa lalu. Beberapa di antaranya mengalami hidup pahit dan juga hidup bahagia.

Sunny bukan hanya ditujukan untuk para remaja pecinta drama korea saja akan tetapi juga bagi mereka yang ingin mengenang kembali masa-masa indah  sekolah dulu. Cerita berjalan diselingi flash back melalui Na-Mi sebagai tokoh sentral dalam film ini. Menggunakan nama-nama girl Band Korea sebagai bahan candaan di masa lalu sangat lucu. Pemilihan karakter masa lalu dan masa depan secara fisik menurut saya cukup pas. Beberapa adegan sengaja  dibuat konyol berbeda dengan realita tapi masih dalam taraf wajar sebagai hiburan. Setelah saya baca di IMDB ternyata sutradara dan panulis skenarionya adalah Hyeong-Cheol Kang yang sebelumnya menggarap “Speedy Scandal” salah satu film Korea favorit saya. Pantesan selain bikin ngakak filmnya juga bikin sedih :( . kalau saya cewe mungkin saya bakal banyak ambil tisu. Overall film ini recommended sebagai hiburan untuk semua umur dewasa kalau anak kecil belum boleh ada ciumannya hihihi :) . Entah mengapa wajah Na-Mi yang sudah ibu-ibu begitu familiar bagi saya mungkin pernah muncul di iklan TV Indonesia atau film lainnya.

8/10

Top Secret / Billionaire (2011)

Seorang pemuda datang menemui seorang manager Bank dengan percaya diri meminta pinjaman sebesar 10 juta baht. Untuk menarik simpati sang manager ia menceritakan kisah hidupnya. Dari sini dimulai kisah perjuangan pengusaha muda Top Ittipat dalam membangun  usahanya membuat cemilan rumput laut yang terkenal produknya dengan nama “Tae Kae Noi”.

Di usia remaja Top menjadi pecandu game online. Dari game online ia bisa mendapatkan banyak uang dengan berjualan item game secara ilegal  sampai ia bisa membeli sebuah mobil. Di sisi lain ia tak bisa memenuhi harapan orang tuanya untuk masuk universitas negeri. Keinginannya menjadi  pengusaha  sudah ada sejak awal. Ia tertarik untuk menjual DVD player sayang dvd player yang ia beli adalah dvd player yang ia jual adalah dvd player abal-abal yang mudah rusak. Alhasil tidak laku dan hanya menumpuk saja. Usaha kali ini gagal total.

Tak sengaja Top mengunjungi sebuah pameran makanan. Ia tertarik dengan sebuah mesin penggorengan kacang. Tanpa pikir panjang ia membeli mesin tersebut. Ia bermaksud untuk memulai usaha kacang goreng. (Bukan kacang goreng biasa yang dijual di indonesia yang bentuknya kecil-kecil. Yang ini kacang khas thailand besarnya kurang lebih sebesar biji kemiri.

Tanpa malu atau gengsi ia dan pembantunya yang sudah ia anggap sebagai paman sendiri mulai menjajakan kacang goreng buatannya di sebuah mall. Hidup tak selalu berjalan mulus. Usaha ayahnya mengalami kebangkrutan,  rumahnya disita Bank, dan menanggung hutang sebesar 40 juta Baht kalau dirupiahkan setara kira-kira sebesar 12 milliar rupiah. Top dihadapkan pada 2 pilihan mengikuti orang tuanya pindah ke Cina atau tetap tinggal mempertahankan usahanya. Ia memilih tinggal untuk mengembangkan usahanya.  Sayang hasilnya tak sesuai dengan harapannya malah sebaliknya ia terpaksa menghentikan usahanya karena masalah teknis yang ia temui di tempat usaha.

Di saat Top dalam keadaan galau, pacarnya datang dengan membawa cemilan rumput laut. Timbul ide untuk membuat cemilan rumput laut sendiri. Top mengalami kesulitan karena sulitnya mendapat bahan dan pengolahan membuat cemilan rumput laut masih sangat jarang di Thailand. Dalam usahanya membuat cemilan rumput laut ini Top membuat banyak pengorbanan. Di saat inilah Top berada di titik paling rendah dalam hidupnya sekaligus titik awal kesuksesan dirinya.

Maaf sinopsisnya jadi spoiler,  namanya juga film autobiografi susah untuk tidak spoiler toh kita sudah tahu jalan ceritanya bakalan kaya gimana kalau sudah mengenal tokohnya. Film ini diadaptasi dari kisah hidup Top Ittipat, pengusaha cemilan rumput yang berhasil bangkit dari keterpurukan. Alur  ceritanya sendiri tak begitu istimewa bagi saya. Garis besarnya sama dengan film tema sejenis. Penceritaannya yang membuat film ini begitu menarik. Film ini pintar memanfa’atkan momen-momen kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting menjadi berarti dan memorable. Tidak terlalu mengekspoitasi atau mendramatisir  penderitaan maupun kesedihan secara berlebihan. Contohnya scene di mana Top menemukan obat penenang di kamar orang tuanya. Saya sudah cukup bisa merasakan kesedihannya tanpa banyak mengumbar air mata berlebihan. Hal yang membuat alur cerita ini tidak bosan diikuti  adalah penempatan ritme klimak dan anti klimak cerita yang pas. Bagus tidaknya sebuah film yang diadaptasi dari biografi tidak tergantung dari sukses tokohnya tapi seberapa menarik penceritaannya. Top Millionaire adalah cerita biasa seorang pengusaha Top Ittipat yang sangat menarik.

8/10

Top Ittipat yang asli :

Dan ini cemilan rumputnya yang terkenal dengan nama ‘Tae Kae Noi” :

sayang di Garut belum ada :(

Real Steel (2011)

Bersetting di masa depan di mana olahraga tinju yang biasanya dilakukan oleh manusia biasa sudah tergantikan oleh robot. Charlie Kenton yang dulunya seorang petinju profesional harus menerima imbasnya. Bertahun-tahun pensiun dari dunia tinju, ia ikut dalam bisnis pertunjukan tinju robot amatir. Karirnya di bisnis ini bisa dikatakan sangat buruk, berkali-kali ia kalah dan memiliki hutang di mana-mana karena robot yang ia miliki sering kalah dan rusak berat.

Hidup Charlie sangat kacau mengubahnya menjadi pribadi yang tidak bertanggung jawab bertahun-tahun  ia mangacuhkan anaknya. Kini setelah kematian istrinya ia harus mengurus sendiri anaknya, Max Kenton. Bukannya senang, Charlie merasa Max malah hanya  memberinya beban. Demi uang Charlie menjual hak asuh atas Max kepada suami adik  iparnya. Namun sebelum ia memberikan anaknya kepada adik iparnya ia harus tinggal bersama anaknya selama sebulan sebelum adik ipar dan  suaminya pulang liburan dari luar negeri.

Max  membenci ayahnya yang tidak bertanggung jawab begitupun sebaliknya Charlie tidak begitu perduli dengan anaknya. Tapi mereka memiliki satu kesamaan sama-sama menyukai tinju robot walaupun pandangan mereka berbeda. Max menyukai tinju robot murni sebagai suatu hiburan sedangkan Charlie melihatnya sebagai ladang uang.

Di sinilah hubungan “hate  love” antara ayah dan anak mulai terjalin. Max mengikuti ayahnya melakukan pertandingan tinju robot. Sampai akhirnya max menemukan sebuah robot bekas di tempat pembuangan mesin robot yang telah menyelamatkan hidupnya. Kekasih Charlie, Bailey ikut membantu max memperbaiki robot yang ditemukannya.

Di luar dugaan, di tangan Max robot temuannya itu menang di sebuah pertandingan kecil. Charlie yang semula meremehkan robot itu akhirnya mulai membantu Max melatih robot tersebut samapai mengantarkan mereka pada pertandingan besar yang akan mengubah hidup mereka.

Sebenarnya tak ada yang spesial dari film ini kalau dilihat dari visual effect yang ditampilkan untuk film jaman sekarang terasa biasa saja toh sudah ada transformer dan i-robot yang mendahului Real steal. Tapi Real Steel tidak hanya berfokus pada visual effectnya saja sebagai hiburan. Dari segi cerita, Real steel memiliki alur yang ringan tapi memiliki emosi yang cukup kuat. Tidak begitu spesial tapi sangat menghibur.

8/10